KANKER GINEKOLOGIK (Part 1) - NIS = CIN
PENGERTIAN
Perubahan spektrum intraepitel yang umumnya diawali dengan neoplasma diferensiasi baik (displasia ringan) dan diakhiri dengan karsinoma invasif. Perubahan ini terbatas pada epitel skuamosa di atas membrana basalis, berupa inti pleomorfis, hilangnya polaritas, mitosis yang abnormal, dan proses diferensiasi tidak terjadi sebagai proses perkembangan sel dari membrana basalis ke permukaan epitel.
3 TINGKATAN NIS
- NIS 1 = mild dysplasia : ? 1/3 lapisan sel tidak berdiferensiasi
- NIS 2 = moderate dysplasia : ? 1/3 sampai ? 2/3 lapisan sel tidak berdiferensiasi
- NIS 3 = severe dysplasia : ? 2/3 lapisan sel tidak berdiferensiasi
Bila seluruh lapisan terkena disebut karsinoma in situ yang sering disebut NIS 3
KLASIFIKASI BERDASARKAN SISTEM BETHESDA:
LSIL ( Low Grade Squamous Intraepithelial Lesion) : Infeksi oleh HPV dan NIS I
HISL (High Grade Squamous Intraepithelial Lesion) : NIS II dan NIS III
INSIDENS
- Usia rata-rata wanita terkena NIS 35-40 th
- Dalam 10 tahun –> kanker serviks
- Displasia ringan : 25 - 30 tahun
- NIS dan karsinoma serviks : penyakit yang sama dalam fase yang berbeda
NIS –> erat hubungannya dengan infeksi HPV tipe 6 dan 11.
Ca in situ dan karsinoma serviks invasif –> infeksi HPV tipe 16 dan 18
ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO
- Aktifitas seksual
- Infeksi HPV, HSV tipe 2, C. Trachomatis, T. Vaginalis, CMV, N. Gonorrhoeae dan T. Pallidum
- Pasangan seksual lebih dari 1
- Wanita dengan pasangan seks lebih dari 1
- Seks pertama pada usia dini
- Sosioekonomi rendah, riwayat reproduksi, merokok, kontrasepsi oral, barier kontrasepsi, diet, imunosupresi, frekuensi Pap smear, kebiasaan seks pasangan pria
PATOGENESIS
- Lesi pra invasif pada Zona Transformasi
- ZT : epitel kolumner –> epitel skuamosa : metaplasia, proses normal
- Met. Skua. : pembentukan epitel skuamosa dan ZT yang baru
- Met.skua. matur : risiko rendah KS
- Met.skua. imatur : risiko tinggi KS
- Virus HPV –> sel serviks : ko faktor lingkungan, imunologik, infeksi
- Perubahan sel, sel tidak terkendali, sel abnormal menggantikan sel metaplasia
- Perubahan pada sitoplasma dan inti
- Lesi dini : flat condyloma, atau disp.ringan
- Lesi dengan HPV tipe onkogenik : meluas ke arah endoserviks dan menjadi karsinoma invasif
DIAGNOSIS
- Pap Smear : mengurangi insidens dan angka kematian KS
- Dianjurkan pada wanita yang telah aktif seksual
- False positif 20%
- Sampel : permukaan serviks dengan spatula Ayre, kanalis servikalis dengan cytobrush
PENANGANAN
- Evaluasi hasil Pap smear yang abnormal –> untuk menyingkirkan karsinoma invasif dan menentukan luasnya lesi noninvasif
- Kolposkopi : menampakkan daerah ZT dan semua lesi yang mungkin terlihat
- Biopsi dilakukan pada daerah abnormal dan kuret endoserviks untuk menilai kanalis servikalis
- Konisasi :
- Kolposkopi tidak adekuat
- Kuret endoserviks positif
- Biopsi : ka. Mikroinvasif atau invasif
- Penemuan lesi pada Pap smear lebih tinggi dari penemuan kolposkopi
Destruksi LokaL:
- Krioterapi : terutama pada NIS II dengan lesi yang teratas
- Elektrokauter : terutama dilakukan pada NIS I
- Diatermi elektrokoagulasi : terutama pada NIS I - II dengan batas lesi yang masih dapat ditentukan
- Terapi laser : terutama laser CO2, pemusnahan jaringan lebih tepat baik luas maupun kedalamanya.
Terapi Eksisi:
- Eksisi dengan Loop diatermi : lesi derajat tinggi, dengan ukuran > 2,5 cm
- Konisasi : NIS III, batas konus bebas dari daerah abnormal
- Histerektomi total : pada keadaan
- NIS III dengan cukup anak
- Bersama dengan kelainan patologi lain, mis : mioma uteri
- PA terdapat NIS pada batas konus setelah konisasi
- Lesi NIS pada puncak vagina
KARSINOMA SERVIKS
KARSINOMA OVARIUM
KARSINOMA ENDOMETRIUM
PENYAKIT TROFOBLAS GANAS = PTG
KARSINOMA VULVA
KARSINOMA VAGINA
KARSINOMA TUBA
Filed under: OBGYN

Leave a Reply