KANKER GINEKOLOGIK (Part 4) - KARSINOMA ENDOMETRIUM

NIS = CIN
KARSINOMA SERVIKS
KARSINOMA OVARIUM
KARSINOMA ENDOMETRIUM

  1. INSIDENS
    • Terutama mengenai wanita post-menopause pada usia 61 tahun
    • 25% kasus ditemukan pada wanita perimenopause
    • 5% pada wanita yang lebih muda
    • Wanita kulit hitam mempunyai risiko lebih  rendah (40%)
    • Sekitar 54% berakhir dengan kematian karena keterlambatan diagnosis
  2. ETIOLOGI
    • Berawal dari hiperplasia endometrium yang berkembang menjadi karsinoma
    • Dihubungkan dengan hormon ovarium, khususnya estrogen
    • Didasarkan atas adanya kemungkinan hiperpalsia endometrium bersama karsinoma dihubungkan dengan  pemakaian  estrogen lama.
  3. FAKTOR RISIKO
    • 1. Nulipara
    • 2. Infertilitas, riwayat haid ireguler
    • 3. Menopause > 52 thn memiliki risiko  2,4 kali lebih besar dibandingkan menopause < 49 thn
    • 4. Risiko lebih tinggi pada wanita gemuk
    • 5. Keterpaparan estrogen jangka lama
    • 6. Menopause dengan penggunaan terapi    pengganti estrogen tanpa progestin
    • 7. Pemakaian anti estrogen Tamoxifen
    • 8. Diabetes melitus
  4. KLASIFIKASI, Berdasarkan FIGO :
    • 0 :  sangat dicurigai ganas secara histologis,tetapi belum dapat dipastikan
    • I  :  proses terbatas pada korpus uteri
      IA : panjangnya </= 8 cm
      IB : panjangnya > 8 cm
      G1: diferensiasi sel baik
      G2: terdapat bagian yang padat
      G3: sebagian besar atau seluruhnya tidak berdiferensiasi
    • II  : proses sudah mencapai serviks uteri
    • III : proses sudah keluar dari uterus tetapi masih dalam panggul kecil
    • IV : proses sudah keluar dari panggul kecil atau sudah mencapai mukosa rektum/vesika urinaria

  5. GEJALA KLINIK
    • Perdarahan abnormal vagina  :
      • perdarahan pasca menopause
      • pada masa menstruasi
      • perdarahan yang memanjang pada peri menopause atau pre menopause
  6. PEMERIKSAAN FISIK
    • Terutama dilakukan pada :
      • orang gemuk
      • hipertensi
      • wanita pasca menopause
  7. PEMERIKSAAN ABDOMEN
    • Pada kasus lanjut, dapat ditemukan :
      • asites
      • hepar teraba
      • hematometra
      • massa midline
  8. PEMERIKSAAN GINEKOLOGIK
    • Penting untuk mengamati vulva, vagina dan serviks untuk menyingkirkan adanya kemungkinan metastasis, atau penyebab lain dari perdarahan abnormal.
    • Pemeriksaan rektovaginal penting untuk evaluasi tuba fallopi, ovarium, cul de sac.
  9. DIAGNOSIS
    • 1. Pap smear
    • 2. Biopsi endometrium
    • 3. Dilatasi dan kuretasi (D&C)
    • 4. Histereskopi
    • 5. USG Transvaginal
    • 6. Antigen Serum Kanker 125 (CA-125)
  10. POLA PENYEBARAN
    • Meluas secara langsung ke struktur berdekatan
    • Pasase transtubal dari sel eksfoliatif
    • Penyebaran limfatik
    • Penyebaran hematogen
  11. PENANGANAN
    • Tergantung pada stadium klinik, luas penyebaran, diferensiasi sel serta derajat invasi tumor.
    • Stadium 0         :  Histerektomi total
    • Stadium IA - IB :  Histerektomi total + salpingoooforektomi bilateral
    • Stadium IC        :  Extended hysterectomy
    • Stadium IIA       :  Histerektomi radikal
    • Std I - IIA, bila diferensiasi jelek : operasi + kemoterapi/Radioterapi
    • Stadium IIB - IV
      • diferensiasi baik   :  terapi   hormonal dengan depoprovera 900 - 1000 mg 2 kali seminggu selama 2 bulan.
      • diferensiasi buruk :  kemoterapi atau radioterapi
  12. PROGNOSIS
    • Lebih baik dibandingkan keganasan lain, karena bersifat indolen, perluasan dan penyebaran membutuhkan waktu lama

PENYAKIT TROFOBLAS GANAS = PTG
KARSINOMA VULVA
KARSINOMA VAGINA
KARSINOMA TUBA

2 Responses to “KANKER GINEKOLOGIK (Part 4) - KARSINOMA ENDOMETRIUM”

  1. kaqise…

    Serpentine Belt 1989 Caprice Classic Diagram

  2. hamikace…

    van galder bus station rockford il

Leave a Reply