KANKER GINEKOLOGIK (Part 4) - KARSINOMA ENDOMETRIUM
Posted on December 27th, 2008 by
NIS = CIN
KARSINOMA SERVIKS
KARSINOMA OVARIUM
KARSINOMA ENDOMETRIUM
- INSIDENS
- Terutama mengenai wanita post-menopause pada usia 61 tahun
- 25% kasus ditemukan pada wanita perimenopause
- 5% pada wanita yang lebih muda
- Wanita kulit hitam mempunyai risiko lebih rendah (40%)
- Sekitar 54% berakhir dengan kematian karena keterlambatan diagnosis
- ETIOLOGI
- Berawal dari hiperplasia endometrium yang berkembang menjadi karsinoma
- Dihubungkan dengan hormon ovarium, khususnya estrogen
- Didasarkan atas adanya kemungkinan hiperpalsia endometrium bersama karsinoma dihubungkan dengan pemakaian estrogen lama.
- FAKTOR RISIKO
- 1. Nulipara
- 2. Infertilitas, riwayat haid ireguler
- 3. Menopause > 52 thn memiliki risiko 2,4 kali lebih besar dibandingkan menopause < 49 thn
- 4. Risiko lebih tinggi pada wanita gemuk
- 5. Keterpaparan estrogen jangka lama
- 6. Menopause dengan penggunaan terapi pengganti estrogen tanpa progestin
- 7. Pemakaian anti estrogen Tamoxifen
- 8. Diabetes melitus
- KLASIFIKASI, Berdasarkan FIGO :
- 0 : sangat dicurigai ganas secara histologis,tetapi belum dapat dipastikan
- I : proses terbatas pada korpus uteri
IA : panjangnya </= 8 cm
IB : panjangnya > 8 cm
G1: diferensiasi sel baik
G2: terdapat bagian yang padat
G3: sebagian besar atau seluruhnya tidak berdiferensiasi
- II : proses sudah mencapai serviks uteri
- III : proses sudah keluar dari uterus tetapi masih dalam panggul kecil
- IV : proses sudah keluar dari panggul kecil atau sudah mencapai mukosa rektum/vesika urinaria
- GEJALA KLINIK
- Perdarahan abnormal vagina :
- perdarahan pasca menopause
- pada masa menstruasi
- perdarahan yang memanjang pada peri menopause atau pre menopause
- Perdarahan abnormal vagina :
- PEMERIKSAAN FISIK
- Terutama dilakukan pada :
- orang gemuk
- hipertensi
- wanita pasca menopause
- Terutama dilakukan pada :
- PEMERIKSAAN ABDOMEN
- Pada kasus lanjut, dapat ditemukan :
- asites
- hepar teraba
- hematometra
- massa midline
- Pada kasus lanjut, dapat ditemukan :
- PEMERIKSAAN GINEKOLOGIK
- Penting untuk mengamati vulva, vagina dan serviks untuk menyingkirkan adanya kemungkinan metastasis, atau penyebab lain dari perdarahan abnormal.
- Pemeriksaan rektovaginal penting untuk evaluasi tuba fallopi, ovarium, cul de sac.
- DIAGNOSIS
- 1. Pap smear
- 2. Biopsi endometrium
- 3. Dilatasi dan kuretasi (D&C)
- 4. Histereskopi
- 5. USG Transvaginal
- 6. Antigen Serum Kanker 125 (CA-125)
- POLA PENYEBARAN
- Meluas secara langsung ke struktur berdekatan
- Pasase transtubal dari sel eksfoliatif
- Penyebaran limfatik
- Penyebaran hematogen
- PENANGANAN
- Tergantung pada stadium klinik, luas penyebaran, diferensiasi sel serta derajat invasi tumor.
- Stadium 0 : Histerektomi total
- Stadium IA - IB : Histerektomi total + salpingoooforektomi bilateral
- Stadium IC : Extended hysterectomy
- Stadium IIA : Histerektomi radikal
- Std I - IIA, bila diferensiasi jelek : operasi + kemoterapi/Radioterapi
- Stadium IIB - IV
- diferensiasi baik : terapi hormonal dengan depoprovera 900 - 1000 mg 2 kali seminggu selama 2 bulan.
- diferensiasi buruk : kemoterapi atau radioterapi
- PROGNOSIS
- Lebih baik dibandingkan keganasan lain, karena bersifat indolen, perluasan dan penyebaran membutuhkan waktu lama
- Lebih baik dibandingkan keganasan lain, karena bersifat indolen, perluasan dan penyebaran membutuhkan waktu lama
PENYAKIT TROFOBLAS GANAS = PTG
KARSINOMA VULVA
KARSINOMA VAGINA
KARSINOMA TUBA
Filed under: OBGYN

kaqise…
Serpentine Belt 1989 Caprice Classic Diagram …
hamikace…
van galder bus station rockford il …